Jumlah Dana Kampanye Tiga Paslon Pilpres 2024, Siapa Paling Besar?

Komisi Pemilihan Umum (KPU) merilis laporan awal dana kampanye setiap pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Dari ketiga peserta perhelatan pemilu ini, siapakah yang paling besar menyiapkan modalnya?

Menurut KPU, modal baik berupa uang, barang, ataupun jasa menjadi dasar penghitungan dana awal kampanye bagi ketiga pasangan capres-cawapres. Sedangkan sumber dana dapat berasal dari pasangan calon, partai politik atau gabungan, sumbangan pihak lain baik secara perseorangan maupun kelompok, serta bantuan dari perusahaan alias badan usaha nonpemerintah.

"Informasi yang ditampilkan bersumber dari data masing-masing aplikasi KPU. Apabila terdapat kekeliruan data, akan dilakukan koreksi dan perbaikan sebagaimana diatur dalam peraturan KPU yang berlaku," tulis keterangan KPU dalam laman resminya, dikutip Kamis (21/12/2023).  

Dana awal kampanye terbesar dipegang oleh paslon nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Keduanya menyiapkan modal sebesar Rp31.438.800.000.

Adapun rinciannya yakni, sumbangan uang paslon Rp2 miliar, sumbangan barang dari partai politik atau gabungan partai politik sebesar Rp600 juta, dan sumbangan jasa partai politik atau gabungan partai politik  yang totalnya mencapai Rp28,84 miliar.

Paslon nomor urut 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD menjadi peserta kedua dengan anggaran kampanye terbanyak. Yakni, mencapai Rp23.375.920.999.

Sedangkan rinciannya, Ganjar-Mahfud merogoh kocek senilai Rp100 juta, Rp2,95 miliar berasal dari partai politik atau gabungan partai politik. Adapun sumbangan terbesar berasal dari badan usaha yang jumlahnya lebih dari Rp20,3 miliar. 

Terakhir, pasangan nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, memiliki modal awal kampanye sejumlah Rp1 miliar. Uang tersebut seluruhnya berasal dari sumbangan pasangan calon.

Sebagai informasi, paslon nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar maju mencalonkan diri dengan diusung dari Partai NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Ummat yang tergabung dalam Koalisi Perubahan.

Lalu, paslon nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka maju mencalonkan diri dengan diusung Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora), Partai Garda Republik Indonesia (Garuda), dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), serta Partai Rakyat Adil Makmur (Prima) yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM).

Terakhir, paslon nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD maju mencalonkan diri dengan diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Persatuan Indonesia (Perindo), dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). (ILH)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
by: ilmuzone