Dana awal kampanye Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar hanya senilai Rp1 miliar. Tim Pemenangan Nasional (Timnas) Anies-Muhaimin (AMIN) angkat bicara tentang ini.
Juru bicara Tim Pemenangan Nasional (Timnas) Anies-Muhaimin, Billy David, mengatakan dana awal Rp1 miliar tidak mengurangi dukungan tulus dari para relawan dan pendukung akar rumput. Pihaknya optimistis tetap bisa bertahan walaupun dana kampanye sedikit dan waktu yang tersisa sebanyak 50 hari.
"Dengan waktu sisa 50 harian ini, saya rasa meskipun secara jumlah sedikit tapi kita lihat bahwa itu bisa diasumsikan ada dukungan yang tulus dari akar rumput, dari orang-orang simpatisan yang akan mendukung Amin untuk memberikan sumbangan," ujar Billy kepada wartawan di Sekretariat Timnas Anies-Muhaimin di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (20/12/2023).
Menurut dia, kontribusi yang diberikan kepada para relawan di berbagai daerah bukan diukur dari nilai nominalnya, melainkan pada inisiatif dan dedikasi mereka untuk mendukung Anies-Muhaimin.
"Saya rasa justru iuran terbesar itu bukan nilai rupiah, tetapi iuran kas relawan di daerah. Pak Anies, kan, sering sampaikan juga bagaimana inisiatif relawan di daerah, kehadiran AMIN di forum apa pun dan iuran-iuran yang dilakukan tulus untuk mendukung pemenangan AMIN," kata dia.
Billy meyakini total dana kampanye Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar yang dilaporkan ke KPU senilai Rp 1 miliar tersebut akan terus bertambah hingga akhir masa kampanye nanti.
"Jadi di luar itu kami juga banyak dukungan yang belum tercatat di KPU sehingga Pak Anies bisa survive, Gus Imin (juga) bisa melakukan berbagai macam aktivitas di daerah," kata dia.
Ada Komitmen Dukungan dari Parpol
Billy mengatakan ada komitmen dukungan dana dari beberapa partai politik kepada tim AMIN. Jumlahnya belum bisa diungkap. Menurut dia, banyak pengurus parpol yang berlatar belakang sebagai pengusaha. Dengan begitu, mereka bisa berkomitmen urusan pendanaan kampanye.
"Dari percakapan yang saya tahu sudah ada komitmen-komitmen itu, dan kita harapkan nanti itu akan dibuka ke publik dan juga KPU. Semua orang bisa mengawasi sumber pendanaan atau penggunaan pendanaan untuk kampanye khususnya," lanjut dia.
Terkait soal temuan kasus dugaan transaksi mencurigakan Pemilu 2024. Billy juga mengatakan bahwa timnas AMIN mendukung jika Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) segera mengungkapkan hasil investigasinya terkait dugaan keterkaitan sejumlah rekening dengan aktivitas politik para pasangan calon, termasuk rekening yang diduga terafiliasi dengan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.
"Kalau dari Timnas AMIN sih mendukung PPATK segera mengungkapkan ke publik, termasuk jika ada yang diindikasikan terafiliasi dengan AMIN, tentu, kan, kita bisa mengambil langkah-langkah dan sikap selanjutnya," kata dia. (ILM)
Posting Komentar